Kenapa banyak orang Bash Idola kita? :)
kenapa cobaa...?
Menurut saya sih ada beberapa alasan
1. mungkin karena dia belum terlalu mengetahui sebenarnya seperti apa idola kita tersebut.
jadi dia benci dengan alasan yang kurang pas
2. mungkin karena dia kalah cantik/kalah ganteng :D
3. mungkin karena dia punya gangguan jiwa :D
oke ga masalah. 1 yang harus selalu kamu ingat.
setiap orang punya idola, walau sekecil atau sejauh apapun idola kamu. kalau kamu berani ngebash idola orang maka kamu harus terima kalau suatu saat ada orang yang bash idola kamu
sekian dan good bye Do Kyung Soo memanggil
Kamis, 31 Oktober 2013
Rabu, 30 Oktober 2013
Sabtu, 24 Agustus 2013
Kamis, 22 Agustus 2013
Futurisme
FUTURISME
Futurisme berasal dari bahasa Prancis, futur atau bahasa inggris future yang keduanya berarti “masa depan” adalah aliran seni yang avant-garde, atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909 Masehi.
Futurisme merupakan suatu paham dari beberapa orang atau sekelompok orang yang percaya atau yakin akan adanya masa mendatang yang lebih baik, dalam arti lebih modern, lebih konkrit, bahkan diyakini bahwa manusia akan mampu menguasai jagad raya dengan tehnologi yang dimilikinya nanti.
Gerakan Futurisme diproklamirkan pada tahun 1909 oleh seorang penulis dan penyair Italia, Filippo Tommaso Marinetti. Futurisme adalah sebuah gerakan seni murni Italia dan sebuah pergerakan kebudayaan pertama dalam abad ke-20 yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas. Bermula dari konsep dalam pergerakan sastra, kemudian merasuk ke dalam bidang kesenian seperti: seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur. Futurisme ini muncul dari situasi yang ditimbulkan akibat Perang Dunia I, dengan tujuan meninggalkan kenangan pahit, nostalgia, pesimistis,kemudian melepaskan materi-materi, elemen-elemen, dan nilai-nilai lama. Sebelum Perang Dunia ke II, pergerakan para Futuris Italia yaitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya kendala-kendala desain dalam kehidupan sehari-hari, melalui penyerapan dan penggambaran kualitas mekanisasi dan kecepatan, seperti yang telah dibahas oleh Banham dalam bukunya: “Theory and Design in The First Machine Age”. Era ini telah mengispirasikan pelukis Futuris, penyair dan arsitek, diantaranya: Filippo Tommaso Marinetti, Giacomo Balla, Gino Severini, Fornunato Depero, Carra, dan Antonio Sant’Elia untuk menciptakan sebuah karya yang mencerminkan dunia mereka. Itu semua merupakan semangat baru yang mereka junjung tinggi dalam sebuah kelompok yang membawanya kepada politik Fasis, ketika ketergantungan akan keterlibatan emosi dengan gaya hidup kemodernan dan kebaruan di lingkungan masyarakat. Falsafah yang dipakai oleh kaum Futuris hampir sebagian besar diambil dari latar belakang sejarah kemunculan Modernisme. Sebab kita mengetahui, bahwa Futurisme ini merupakan gerakan awal lahirnya Modernisme. Di samping itu, dengan terjadinya Revolusi Industri berpengaruh pula pada Futurisme ini. The Machine Aesthetics atau estetika mesin muncul mempengaruhi ciri-ciri penyusunan tipografi baik pada poster, sampul buku, dan aneka bentuk grafis lain.
Ciri Futurisme :
1. Penyatuan karakter dari elemen-elemen yang berbeda-beda dalam sebuah acuan, dan penyusunannya karyanya sebagai suatu kesatuan.
2. Memiliki ide-ide seperti ketertutupan, ketidaksabaran, ekstrim dalam hubungan langsung dengan nilai-nilai futurisme.
3. Karakteristiknya juga meliputi garis-garis yang tidak rata yang mengkomunikasikan energy dari gerakannya.
4. Pandangan karya yang mementingkan masa depan.
Pengaruh futurisme
Futurisme berasal dari bahasa Prancis, futur atau bahasa inggris future yang keduanya berarti “masa depan” adalah aliran seni yang avant-garde, atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909 Masehi.
Futurisme merupakan suatu paham dari beberapa orang atau sekelompok orang yang percaya atau yakin akan adanya masa mendatang yang lebih baik, dalam arti lebih modern, lebih konkrit, bahkan diyakini bahwa manusia akan mampu menguasai jagad raya dengan tehnologi yang dimilikinya nanti.
Gerakan Futurisme diproklamirkan pada tahun 1909 oleh seorang penulis dan penyair Italia, Filippo Tommaso Marinetti. Futurisme adalah sebuah gerakan seni murni Italia dan sebuah pergerakan kebudayaan pertama dalam abad ke-20 yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas. Bermula dari konsep dalam pergerakan sastra, kemudian merasuk ke dalam bidang kesenian seperti: seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur. Futurisme ini muncul dari situasi yang ditimbulkan akibat Perang Dunia I, dengan tujuan meninggalkan kenangan pahit, nostalgia, pesimistis,kemudian melepaskan materi-materi, elemen-elemen, dan nilai-nilai lama. Sebelum Perang Dunia ke II, pergerakan para Futuris Italia yaitu mengantisipasi kemungkinan terjadinya kendala-kendala desain dalam kehidupan sehari-hari, melalui penyerapan dan penggambaran kualitas mekanisasi dan kecepatan, seperti yang telah dibahas oleh Banham dalam bukunya: “Theory and Design in The First Machine Age”. Era ini telah mengispirasikan pelukis Futuris, penyair dan arsitek, diantaranya: Filippo Tommaso Marinetti, Giacomo Balla, Gino Severini, Fornunato Depero, Carra, dan Antonio Sant’Elia untuk menciptakan sebuah karya yang mencerminkan dunia mereka. Itu semua merupakan semangat baru yang mereka junjung tinggi dalam sebuah kelompok yang membawanya kepada politik Fasis, ketika ketergantungan akan keterlibatan emosi dengan gaya hidup kemodernan dan kebaruan di lingkungan masyarakat. Falsafah yang dipakai oleh kaum Futuris hampir sebagian besar diambil dari latar belakang sejarah kemunculan Modernisme. Sebab kita mengetahui, bahwa Futurisme ini merupakan gerakan awal lahirnya Modernisme. Di samping itu, dengan terjadinya Revolusi Industri berpengaruh pula pada Futurisme ini. The Machine Aesthetics atau estetika mesin muncul mempengaruhi ciri-ciri penyusunan tipografi baik pada poster, sampul buku, dan aneka bentuk grafis lain.
Ciri Futurisme :
1. Penyatuan karakter dari elemen-elemen yang berbeda-beda dalam sebuah acuan, dan penyusunannya karyanya sebagai suatu kesatuan.
2. Memiliki ide-ide seperti ketertutupan, ketidaksabaran, ekstrim dalam hubungan langsung dengan nilai-nilai futurisme.
3. Karakteristiknya juga meliputi garis-garis yang tidak rata yang mengkomunikasikan energy dari gerakannya.
4. Pandangan karya yang mementingkan masa depan.
Pengaruh futurisme
Abstrakisme
ABSTRAKISMESeni ini menampilkan unsur-unsur seni rupa yang
disusun tidak terbatas pada bentuk-bentuk yang ada di alam. Garis,
bentuk, dan warna ditampilkan tanpa mengindahkan bentuk asli di alam.
Kadinsky dan Piet Mondrian marupakan sebagian perupa beraliran abstrak
ini. Seni Abstrak ini pada dasarnya berusaha memurnikan karya seni,
tanpa terikat dengan wujud di alam.
Dalam perkembangannya abstrak terbagi menjadi:
Abstrak Ekspresionisme/Non Figuratif
Merup
Abstrak Geometris/Abstraksionisme/Non Objektif
Konsepnya adalah mengabstraksikan objek geometris menjadi bentuk non objektif.akan ekspresi gejolak jiwa yang digambarkan secara spontan dan abstrak.
Dalam perkembangannya abstrak terbagi menjadi:
Abstrak Ekspresionisme/Non Figuratif
Merup
Abstrak Geometris/Abstraksionisme/Non Objektif
Konsepnya adalah mengabstraksikan objek geometris menjadi bentuk non objektif.akan ekspresi gejolak jiwa yang digambarkan secara spontan dan abstrak.
Selanjutnya Abstrak Geometris berkembang menjadi lebih spesifik dan terbagi menjadi:
Suprematis
Lebih mengutamakan supremasi perasaan murni dengan objek yang tidak memusingkan
Neoplastisisme
Konsepnya adalah pembebasan esensi atau unsur seni rupa seperti garis
dan warna dari beban peniruan bentuk alam. Bidang datar tidak untuk
memanipulasi gambaran ruang. Pemurnian dan penyederhanaan ini diusahakan
untuk mencapai universalitas.Kubisme
Pablo Picasso adalah seorang pelukis dari Spanyol dengan karya yang masih terus menginspirasi jutaan seniman di seluruh dunia.
Picasso bersama Georges Braque mengembangkan gaya yang dikenal sebagai kubisme selama periode 1909-1912.
Lukisan kubisme dibuat untuk mewakili objek dari sudut yang berbeda.
Ciri Kubisme
Cikal bakal kubisme dapat dilihat dari aliran seni lain yang dikenal sebagai pointilisme dan fauvisme.
Kubisme pada dasarnya adalah seni menciptakan bentuk-bentuk abstrak dari benda tiga dimensi ke media lukis dua dimensi.
Seorang seniman kubisme harus dapat merepresentasikan obyek dalam berbagai bidang.
Dalam istilah yang sederhana, seorang seniman kubisme harus dapat menunjukkan lebih dari satu tampilan bidang benda pada satu waktu.
Tampilan keseluruhan dari sebuah lukisan kubisme mirip dengan bentuk kubus kecil.
Seorang seniman kubisme menggunakan kubus kecil tersebut untuk menggambarkan suatu benda atau manusia dari berbagai sudut pandang.
Pelukis seperti Pablo Picasso dan Georges Braque mempopulerkan gaya ini dengan melukis suatu objek yang dibuat terdistorsi.
Kubisme selanjutnya dibagi menjadi dua cabang utama – kubisme analitis dan kubisme sintetis.
Kubisme analitis pada dasarnya menganalisis dan memecah bentuk asli suatu objek menjadi kubus kecil atau bentuk geometris lainnya.
Seniman kubisme analitis menggunakan skema warna monokromatik untuk lukisan-lukisannya. Picasso dan Braque dikenal menggunakan gaya ini.
Sedangkan kubisme sintetis mendasarkan pada penciptaan komposisi yang difokuskan pada kebersamaan objek.
Picasso, Braque, dan Juan Gris juga dikenal sebagai pelopor kubisme sintetis.
Selain itu, seorang seniman juga bisa menggunakan teknik media campuran. Teknik ini dilakukan dengan penggunaan media cat berbeda yang digunakan untuk membuat komposisi pada satu permukaan.
Selama periode Renaissance, seniman menggambarkan komposisi hanya dari satu bidang. Kubisme merupakan kontras dari gaya ini.
Sebagai contoh, seorang seniman kubisme dapat melukis wajah seseorang dimana mata ditampilkan melihat ke arah audiens, namun hidung dibuat menghadap samping.
Selain Pablo Picasso dan Braque, beberapa seniman ternama lain juga menggunakan kubisme seperti Fernand Leger, Francis Picabia, dan Roger de la Fresnaye.[]
Picasso bersama Georges Braque mengembangkan gaya yang dikenal sebagai kubisme selama periode 1909-1912.
Lukisan kubisme dibuat untuk mewakili objek dari sudut yang berbeda.
Ciri Kubisme
Cikal bakal kubisme dapat dilihat dari aliran seni lain yang dikenal sebagai pointilisme dan fauvisme.
Kubisme pada dasarnya adalah seni menciptakan bentuk-bentuk abstrak dari benda tiga dimensi ke media lukis dua dimensi.
Seorang seniman kubisme harus dapat merepresentasikan obyek dalam berbagai bidang.
Dalam istilah yang sederhana, seorang seniman kubisme harus dapat menunjukkan lebih dari satu tampilan bidang benda pada satu waktu.
Tampilan keseluruhan dari sebuah lukisan kubisme mirip dengan bentuk kubus kecil.
Seorang seniman kubisme menggunakan kubus kecil tersebut untuk menggambarkan suatu benda atau manusia dari berbagai sudut pandang.
Pelukis seperti Pablo Picasso dan Georges Braque mempopulerkan gaya ini dengan melukis suatu objek yang dibuat terdistorsi.
Kubisme selanjutnya dibagi menjadi dua cabang utama – kubisme analitis dan kubisme sintetis.
Kubisme analitis pada dasarnya menganalisis dan memecah bentuk asli suatu objek menjadi kubus kecil atau bentuk geometris lainnya.
Seniman kubisme analitis menggunakan skema warna monokromatik untuk lukisan-lukisannya. Picasso dan Braque dikenal menggunakan gaya ini.
Sedangkan kubisme sintetis mendasarkan pada penciptaan komposisi yang difokuskan pada kebersamaan objek.
Picasso, Braque, dan Juan Gris juga dikenal sebagai pelopor kubisme sintetis.
Selain itu, seorang seniman juga bisa menggunakan teknik media campuran. Teknik ini dilakukan dengan penggunaan media cat berbeda yang digunakan untuk membuat komposisi pada satu permukaan.
Selama periode Renaissance, seniman menggambarkan komposisi hanya dari satu bidang. Kubisme merupakan kontras dari gaya ini.
Sebagai contoh, seorang seniman kubisme dapat melukis wajah seseorang dimana mata ditampilkan melihat ke arah audiens, namun hidung dibuat menghadap samping.
Selain Pablo Picasso dan Braque, beberapa seniman ternama lain juga menggunakan kubisme seperti Fernand Leger, Francis Picabia, dan Roger de la Fresnaye.[]
Langganan:
Postingan (Atom)









